Hubungi kami
Terbaru · Dari Limbah Jadi Paving: Belajar Bela Negara dari Booth Eco-Pave
← Kembali ke beranda
Generasi Muda

Outbound Bela Negara: Saat Nilai Kebangsaan Diuji di Luar Kelas

Oleh Radith Pribadi Tegar · · 3 menit baca
Mahasiswa berkaus hijau dan bertopi gelap berdiri melingkar saat kegiatan outbound di halaman berpaving, dengan lapangan berpagar kawat dan pepohonan di belakangnya.
Gambar: Dokumentasi pribadi penulis

Jujur saja, waktu pertama kali melihat kata "outbound" di jadwal mata kuliah Pendidikan Bela Negara, yang terbayang di kepala saya cuma permainan tali, lari estafet, dan baju yang pulang dalam keadaan kotor. Saya tidak menyangka kegiatan itu justru membuat materi kuliah terasa lebih masuk akal.

Di UPN "Veteran" Jawa Timur, outbound memang bukan acara hiburan tambahan. Berdasarkan pengumuman Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), praktikum mata kuliah Pendidikan Bela Negara terdiri dari dua bagian: outbound luring di kampus dan outbound mandiri. Outbound mandiri dikerjakan lewat aplikasi Sistem Informasi Outbound Bela Negara (SIOBEL). Di sana mahasiswa mengunggah bukti penerapan nilai-nilai bela negara sesuai rubrik, lalu dosen penilai memverifikasi apakah bukti itu memang sesuai.

Bukan sekadar permainan

Bagian luring di kampus mungkin terlihat seperti permainan biasa. Tetapi hampir setiap tantangan dalam kegiatan kelompok seperti ini menuntut hal yang sama: mau mendengarkan, mau membagi peran, dan mau percaya pada orang yang mungkin baru dikenal hari itu.

Dari situ saya mulai paham bahwa "sadar berbangsa dan bernegara" tidak selalu harus terdengar besar. Dalam skala kecil, artinya mau menurunkan ego demi tujuan bersama. Dalam kerja kelompok mana pun, ego yang terlalu besar justru memperlambat semua orang, sementara kelompok yang saling mendengar biasanya bergerak lebih ringan.

Lima nilai dasar, satu rubrik

Yang membuat outbound ini terasa nyambung dengan materi kuliah adalah nilai-nilai yang dipakai sebagai ukuran. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara menyebut lima nilai dasar bela negara:

  • cinta tanah air;
  • sadar berbangsa dan bernegara;
  • setia pada Pancasila sebagai ideologi negara;
  • rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan
  • kemampuan awal bela negara.

Undang-undang yang sama juga menyebut bahwa pembinaan kesadaran bela negara diselenggarakan di lingkup pendidikan, pekerjaan, dan masyarakat. Kampus jelas termasuk lingkup pendidikan itu, dan outbound adalah salah satu cara menerjemahkannya ke kegiatan nyata.

Outbound mandiri lewat SIOBEL membuat kelima nilai itu harus dibuktikan, bukan sekadar dihafal. Rubriknya terdiri dari bagian yang wajib dan bagian pilihan.

Bagian ini yang menurut saya paling jujur. Di kelas, siapa pun bisa menjawab soal tentang cinta tanah air dengan benar. Tetapi ketika diminta menunjukkan bukti, kita jadi bertanya pada diri sendiri: sebenarnya apa yang sudah saya lakukan?

Rubrik seperti ini juga mengubah cara saya memandang penilaian. Nilai akhir tidak ditentukan oleh siapa yang paling lantang saat kegiatan, tetapi oleh kesesuaian bukti dengan rubrik yang diperiksa dosen penilai. Mahasiswa yang pendiam pun punya kesempatan yang sama untuk menunjukkan bahwa ia menjalankan nilai bela negara dengan caranya sendiri, misalnya lewat kegiatan sosial di lingkungan rumah atau di organisasi yang ia ikuti.

Kenapa ini penting untuk mahasiswa

Nama "Veteran" yang dibawa UPN Jawa Timur membuat bela negara terasa dekat dengan identitas kampus ini. Tetapi identitas seperti itu bisa saja berhenti jadi tulisan di spanduk kalau mahasiswanya tidak pernah diajak mempraktikkan nilai-nilainya. Outbound adalah salah satu cara memastikan identitas itu punya isi.

Bagi saya, pelajaran terbesarnya sederhana: bela negara bukan acara satu hari. Outbound memang selesai dalam waktu singkat, tetapi kebiasaan yang dilatih di sana, seperti disiplin waktu, berani bicara di depan kelompok, dan mau menunggu teman yang tertinggal, bisa terus dibawa ke organisasi, tugas kelompok, bahkan nanti ke dunia kerja.

Kalau kamu adik tingkat yang sebentar lagi mengikuti outbound, saran saya cuma satu: jangan datang hanya untuk mengisi presensi. Datanglah dengan niat belajar dari orang-orang di kelompokmu. Bisa jadi kamu pulang dengan pemahaman bela negara yang jauh lebih nyata daripada yang tertulis di slide kuliah.

Sumber

  1. LP3M UPN "Veteran" Jawa Timur, “Pengumuman tentang Pengisian Rubrik Outbound Mandiri Praktikum Mata Kuliah Pendidikan Bela Negara Tahun 2023”
  2. MKU UPN "Veteran" Jawa Timur, “Pengumuman tentang Pengisian Rubrik Outbound Mandiri Praktikum MK Pendidikan Bela Negara Tahun 2022”
  3. UPN "Veteran" Jawa Timur, “Sistem Informasi Outbound Bela Negara (SIOBEL)”
  4. JDIH BPK RI, “Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara”